AC Milan menghadapi tanda tanya besar terkait performa Christian Pulisic dalam beberapa bulan terakhir. Winger asal Amerika Serikat itu belum mencetak gol sejak pergantian tahun, memicu kekhawatiran soal kontribusinya.
Situasi ini membuat Pulisic menjadi teka-teki di skuad Rossoneri yang tengah mencari konsistensi. Performa yang dulu jadi pembeda kini menghilang, tepat saat tim membutuhkan kontribusi lini depan.
Penurunan ini terlihat jelas dalam laga melawan Juventus di Liga Italia akhir pekan kemarin, ketika Pulisic kesulitan memberi dampak sebelum akhirnya ditarik keluar. Kondisi tersebut mencerminkan fase sulit yang tengah ia alami sejak akhir 2025.
Paceklik Gol dan Penurunan Mental
Pulisic tercatat sudah melewati 16 pertandingan tanpa gol di semua kompetisi. Catatan ini menyamai periode sulit yang pernah ia alami saat masih bermain di Chelsea pada musim 2022-2023.
Sejak gol terakhirnya pada 28 Desember di Serie A, kepercayaan diri Pulisic terus menurun. Faktor cedera sempat mengganggu ritmenya, tapi bahkan setelah kembali bermain, ia belum menemukan sentuhan terbaik.
Pelatih Massimiliano Allegri mengakui ada faktor psikologis yang memengaruhi performanya. “Dia pemain yang sangat sensitif; fakta bahwa dia tidak mencetak gol semakin memengaruhinya,” ujar Allegri.
Masalah Taktik dan Minimnya Chemistry
Selain aspek mental, pendekatan taktik juga dinilai kurang menguntungkan bagi Pulisic. Formasi yang digunakan saat ini membuat perannya tidak optimal, terutama tanpa kehadiran penyerang tengah murni.
Allegri mengakui kondisi tersebut menyulitkan sang pemain untuk berkembang di lapangan. “Bermain tanpa penyerang murni membuatnya lebih sulit, tetapi saya harus menjaga keseimbangan tim,” katanya.
Kerja sama dengan Rafael Leao juga belum berjalan maksimal di lini depan. Keduanya dinilai belum memiliki koneksi dan pemahaman yang cukup untuk tampil efektif sebagai duet serangan.
Masa Depan Masih Tanda Tanya
Jika situasi ini terus berlanjut, opsi hengkang bisa menjadi pertimbangan bagi Pulisic. Ia dinilai lebih cocok bermain dalam skema tiga penyerang dengan peran sayap kanan, seperti pada awal kariernya di Milan.
Piala Dunia mendatang berpotensi menjadi panggung penting bagi Pulisic untuk menarik minat klub lain. Turnamen tersebut bisa menjadi kesempatan untuk mengembalikan reputasinya di level internasional.
Saat ini, pembicaraan kontrak baru dengan Milan masih tertunda hingga musim panas. Klub akan mengevaluasi lini serang secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan besar terkait masa depan pemainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar