Sabtu, 02 Mei 2026

Bhayangkara FC U-20 Ajukan Banding terhadap 7 Sanksi Komdis PSSI Buntut Tendangan Kungfu



barudakwin
Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak tinggal diam setelah menerima tujuh sanksi dari Komdis PSSI.

Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak tinggal diam usai menerima tujuh sanksi dari Komite Disiplin PSSI buntut keributan insiden tendangan kungfu dalam Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026. Upaya banding segera dilakukan guna meringankan hukuman.

Komdis PSSI telah mengambil keputusan terkait keributan dalam pertandingan EPA U-20 antara Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, pada 19 April 2026.

Sejumlah putusan diambil Komdis PSSI, dengan hukuman terbanyak diterima Bhayangkara FC U-20. Total ada tujuh sanksi yang dijatuhkan, termasuk kepada Fadly Alberto Hengga, bintang muda yang viral melakukan tendangan kungfu.

Pemain Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025 itu dihukum tidak boleh bermain selama tiga tahun, setelah viral dan terbukti melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis.

Selain Fadly Alberto, tiga pemain Bhayangkara FC U-20 juga menerima hukuman yang tak kalah berat, yakni Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur.

Ketiga pilar The Guardians of Saburai Muda itu menerima hukuman larangan bermain selama dua tahun. Sanksinya hanya satu tahun lebih ringan dari Fadly Alberto.

Lalu ada juga nama M. Mufdi Iskandar menerima larangan bermain selama satu tahun. Begitu pula dengan salah satu ofisial tim, Muklis Hadi Ning, harus dijatuhi larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan.

Bhayangkara FC U-20 juga menerima satu sanksi tambahan, namun hanya ada enam nama yang disebut secara spesifik dalam laporan hukuman dari Komdis PSSI.

Bakal Banding

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas menyampaikan rasa hormat terhadap keputusan Komdis PSSI. Namun, pihak klubnya berencana untuk mengajukan banding terkait tujuh sanksi yang dijatuhkan.

“Kami menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI,” ujar Yongky dalam keterangan resminya, Jumat (1/5).

"Kami memastikan akan mengajukan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang," tambahnya.

Dasar Pengajuan Banding

Menurut Yongky, ada sejumlah aspek yang belum sepenuhnya menggambarkan situasi di lapangan secara utuh, termasuk posisi beberapa pemain Bhayangkara U-20 yang juga terdampak dalam insiden tersebut. Karena itu, manajemen merasa ada ada beberapa poin penting dari hukuman itu perlu dilakukan peninjauan ulang dalam keputusan tersebut.

"Kami menilai ada beberapa hal yang masih perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain," terangnya.

"Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak," imbuh Yongky.

Evaluasi Internal

Di sisi lain, Bhayangkara FC U-20 juga tidak sepenuhnya membela diri. Manajemen memastikan akan melakukan evaluasi internal sekaligus memperkuat pembinaan kepada para pemain muda agar tetap menjunjung tinggi sportivitas. 

Meski demikian, Bhayangkara FC U-20 tetap berkomitmen untuk memperjuangkan hak para pemain melalui jalur dan mekanisme yang telah diatur.


BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN

Jumat, 01 Mei 2026

Cesc Fabregas Kenang Kerasnya Latihan Antonio Conte: Bikin Menderita, Butuh 5 Bulan untuk Adaptasi




barudakwin
Cesc Fabregas mengenang latihan keras Antonio Conte di Chelsea jelang duel Como vs Napoli di Serie A 2026.

Pertemuan antara Como dan Napoli pada pekan ke-35 Serie A 2025/2026 menghadirkan cerita menarik di pinggir lapangan. Duel ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga pertemuan dua sosok dengan sejarah yang kuat.

Cesc Fabregas, kini pelatih Como, akan kembali berhadapan dengan Antonio Conte. Sosok yang pernah menjadi mentornya saat masih aktif sebagai pemain di Chelsea.

Laga di Stadio Sinigaglia, Sabtu malam WIB, menjadi momentum emosional bagi Fabregas. Ia tidak hanya menghadapi pelatih top, tetapi juga mengingat kembali fase penting dalam kariernya.

Dalam konferensi pers jelang laga, Fabregas membuka memori tentang kerasnya metode latihan Conte. Pengakuannya menggambarkan betapa intensnya tuntutan fisik di bawah pelatih asal Italia tersebut.

Latihan Ekstrem Conte: Intensitas Tinggi yang Membentuk Mentalitas

Fabregas mengakui bahwa periode bersama Conte adalah salah satu fase paling menantang dalam kariernya. Ia merasakan langsung standar tinggi yang diterapkan dalam setiap sesi latihan.

“Saya belajar banyak dari Antonio,” kata Fabregas.

“Dia membuat saya sangat menderita secara fisik, dia selalu menuntut kecepatan, intensitas, bermain dengan kecepatan penuh, tidak ada yang membuat saya lebih menderita."

"Saya juga menginginkan hal itu dari tim saya, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda, beberapa dengan atau tanpa bola," katanya.

Menurut Fabregas, pendekatan tersebut memang berat di awal. Namun, hasilnya terasa signifikan setelah melalui masa adaptasi.

“Memang benar bahwa setelah empat atau lima bulan beradaptasi dengan metodenya, pada bulan Desember saya sudah sangat bugar. Saya merasa luar biasa secara fisik," kata Fabregas.

Dari Murid Jadi Rival: Fabregas dan Conte

Fabregas tidak hanya mengingat kerasnya latihan, tetapi juga menyerap filosofi kerja Conte. Ia mengakui bahwa mentalitas pelatih Italia itu memberikan dampak besar dalam cara pandangnya terhadap sepak bola.

"Setelah saya terbiasa dengan caranya bekerja, mentalitasnya, saya benar-benar percaya pada apa yang dia lakukan," ucap Fabregas.

Selama dilatih Conte di Chelsea pada periode 2016 hingga 2018, Fabregas mencatatkan kontribusi signifikan. Ia tampil dalam 86 pertandingan dengan torehan 10 gol dan 22 assist.

Kini, Fabregas mengaplikasikan sebagian prinsip tersebut dalam karier kepelatihannya. Meski demikian, ia tetap menyesuaikannya dengan pendekatan yang lebih fleksibel.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Satu-satunya Jalan Realistis AC Milan untuk Mendatangkan Striker Chelsea



barudakwin
AC Milan dikaitkan dengan Nicolas Jackson dari Chelsea, tetapi harga tinggi membuat transfer sulit. Skema pinjaman jadi solusi paling realistis.

Ketertarikan AC Milan terhadap Nicolas Jackson kembali mencuat menjelang bursa transfer musim panas 2026. Hubungan erat dengan Chelsea membuka peluang, tetapi kondisi finansial menjadi penghalang utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, AC Milan kerap memanfaatkan relasi dengan klub London tersebut untuk memperkuat skuad. Nama-nama seperti Fikayo Tomori hingga Christian Pulisic menjadi bukti keberhasilan pendekatan itu.

Kini, situasi serupa bisa terjadi lagi, tapi dengan syarat yang jauh lebih kompleks. Jackson dinilai hanya bisa direkrut lewat satu jalur yang dianggap realistis oleh manajemen Rossoneri.

Harga Tinggi Jadi Penghalang Utama

Nilai transfer Nicolas Jackson menjadi kendala terbesar dalam negosiasi potensial ini. Chelsea memasang angka sekitar €50 juta (sekitar Rp1,01 triliun), yang dinilai terlalu tinggi untuk struktur belanja Milan.

Gianluca Di Marzio menjelaskan bahwa angka tersebut berada di luar rencana klub Italia. Ia menilai pengeluaran sebesar itu tidak realistis bagi Milan maupun Juventus dalam kondisi saat ini.

Situasi makin rumit karena sebelumnya Bayern Munchen juga enggan mengaktifkan opsi permanen. Nilai pembelian yang melebihi €60 juta (sekitar Rp1,21 triliun) membuat klub Jerman yang sekarang meminjam Nicolas Jackson itu memilih mundur dari kesepakatan.

Sinyal dari Fabrizio Romano

Fabrizio Romano memberikan gambaran terbaru mengenai peluang transfer Jackson. Ia memastikan ada ketertarikan dari klub Italia, tetapi dengan batasan yang jelas.

“Ada minat dari Italia [untuk Nicolas Jackson], tetapi untuk klub Italia, satu-satunya cara yang mungkin adalah kesepakatan pinjaman,” ujar Romano.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa AC Milan tidak akan masuk dalam persaingan jika harus membeli secara permanen. Opsi pinjaman menjadi satu-satunya jalan yang memungkinkan negosiasi berlanjut.

Persaingan dan Ketidakpastian Bursa

Selain dari Italia, klub Premier League juga masih memantau situasi Jackson. Aston Villa dan Newcastle pernah menunjukkan minat, dan bisa kembali masuk dalam perburuan.

Kondisi ini membuat Milan harus bergerak hati-hati dalam menyusun strategi. Mereka perlu menunggu perkembangan bursa sambil berharap Chelsea melonggarkan tuntutan.

Jika harga tetap tinggi, peluang transfer bisa tertutup sepenuhnya. Namun, jika opsi pinjaman terbuka, AC Milan berpotensi kembali memanfaatkan relasi lama untuk memperkuat lini depan.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Harga, Pesaing, dan Real Madrid Jadi Hambatan AC Milan dalam Perburuan Mario Gila dari lazio



barudakwin
AC Milan menghadapi persaingan ketat dan harga tinggi dalam upaya merekrut Mario Gila dari Lazio musim panas ini.

AC Milan menghadapi jalan terjal dalam upaya merekrut bek Mario Gila dari Lazio pada bursa transfer musim panas. Meski ada perkembangan positif sebelumnya, situasi kini berkembang semakin kompleks.

Klub-klub besar Eropa ikut masuk dalam perburuan sehingga peluang Rossoneri tidak lagi dominan. Faktor harga tinggi serta keterlibatan Real Madrid turut memperumit proses negosiasi.

Laporan dari media Italia mengindikasikan bahwa Milan siap bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Gila. Namun, persaingan dari rival domestik membuat langkah mereka harus lebih terukur.

Selain itu, klausul khusus yang dimiliki Real Madrid terkait penjualan Gila juga menjadi variabel penting. Situasi ini membuat Lazio berada di posisi kuat dalam menentukan masa depan sang pemain.

Persaingan Ketat dari Klub Eropa

Inter Milan, Juventus, dan Napoli masih aktif memantau perkembangan situasi Gila di Lazio. Kehadiran mereka membuat persaingan di Serie A semakin panas dalam perebutan bek muda tersebut.

Inter dinilai sebagai pesaing paling serius karena kebutuhan mereka akan peremajaan lini belakang. Gila dianggap cocok dengan proyek taktik yang sedang dibangun di klub tersebut.

Tidak hanya dari Italia, Atletico Madrid juga menunjukkan ketertarikan yang konkret terhadap sang pemain. Klub-klub dari Premier League dan Ligue 1 turut mengamati kondisi, menunggu peluang masuk.

Dengan banyaknya peminat, Lazio memiliki daya tawar tinggi dalam menentukan harga. Situasi ini jelas tidak menguntungkan Milan yang ingin menekan biaya transfer.

Harga Tinggi dan Faktor Real Madrid

Presiden Lazio, Claudio Lotito, tidak berniat menurunkan harga awal Gila yang dipatok sekitar €35 juta (sekitar Rp700–Rp710 miliar). Nilai tersebut dinilai sepadan dengan potensi dan performa sang pemain.

Milan berupaya menegosiasikan angka tersebut agar turun ke kisaran €25 juta (sekitar Rp500–Rp510 miliar). Selisih ini menjadi krusial dalam menentukan keberhasilan transfer.

Real Madrid memiliki klausul 50 persen dari hasil penjualan Gila, yang membuat Lazio semakin enggan melepas dengan harga murah. Jika pemain bertahan itu pergi secara gratis di masa depan, Madrid tidak akan mendapatkan keuntungan.

Oleh karena itu, Lazio mempertimbangkan untuk mempertahankan Gila setidaknya satu musim lagi. Langkah tersebut bisa menjadi strategi untuk menjaga nilai jual tetap tinggi.

Di sisi lain, manajemen Milan telah memberi lampu hijau untuk investasi pada Gila. Kesepakatan personal dengan pemain juga dikabarkan sudah mendekati tahap final, tapi transfer belum tentu segera terwujud.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Bhayangkara FC U-20 Ajukan Banding terhadap 7 Sanksi Komdis PSSI Buntut Tendangan Kungfu

barudakwin Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak tinggal diam setelah menerima tujuh sanksi dari Komdis PSSI. Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak ...