Sabtu, 02 Mei 2026

Bhayangkara FC U-20 Ajukan Banding terhadap 7 Sanksi Komdis PSSI Buntut Tendangan Kungfu



barudakwin
Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak tinggal diam setelah menerima tujuh sanksi dari Komdis PSSI.

Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak tinggal diam usai menerima tujuh sanksi dari Komite Disiplin PSSI buntut keributan insiden tendangan kungfu dalam Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026. Upaya banding segera dilakukan guna meringankan hukuman.

Komdis PSSI telah mengambil keputusan terkait keributan dalam pertandingan EPA U-20 antara Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, pada 19 April 2026.

Sejumlah putusan diambil Komdis PSSI, dengan hukuman terbanyak diterima Bhayangkara FC U-20. Total ada tujuh sanksi yang dijatuhkan, termasuk kepada Fadly Alberto Hengga, bintang muda yang viral melakukan tendangan kungfu.

Pemain Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025 itu dihukum tidak boleh bermain selama tiga tahun, setelah viral dan terbukti melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis.

Selain Fadly Alberto, tiga pemain Bhayangkara FC U-20 juga menerima hukuman yang tak kalah berat, yakni Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur.

Ketiga pilar The Guardians of Saburai Muda itu menerima hukuman larangan bermain selama dua tahun. Sanksinya hanya satu tahun lebih ringan dari Fadly Alberto.

Lalu ada juga nama M. Mufdi Iskandar menerima larangan bermain selama satu tahun. Begitu pula dengan salah satu ofisial tim, Muklis Hadi Ning, harus dijatuhi larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan.

Bhayangkara FC U-20 juga menerima satu sanksi tambahan, namun hanya ada enam nama yang disebut secara spesifik dalam laporan hukuman dari Komdis PSSI.

Bakal Banding

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pamungkas menyampaikan rasa hormat terhadap keputusan Komdis PSSI. Namun, pihak klubnya berencana untuk mengajukan banding terkait tujuh sanksi yang dijatuhkan.

“Kami menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI,” ujar Yongky dalam keterangan resminya, Jumat (1/5).

"Kami memastikan akan mengajukan banding. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif, menyeluruh, dan berimbang," tambahnya.

Dasar Pengajuan Banding

Menurut Yongky, ada sejumlah aspek yang belum sepenuhnya menggambarkan situasi di lapangan secara utuh, termasuk posisi beberapa pemain Bhayangkara U-20 yang juga terdampak dalam insiden tersebut. Karena itu, manajemen merasa ada ada beberapa poin penting dari hukuman itu perlu dilakukan peninjauan ulang dalam keputusan tersebut.

"Kami menilai ada beberapa hal yang masih perlu dikaji ulang secara lebih komprehensif dan proporsional, terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain," terangnya.

"Kami melihat ada fakta-fakta di lapangan yang perlu menjadi pertimbangan lebih dalam, termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak," imbuh Yongky.

Evaluasi Internal

Di sisi lain, Bhayangkara FC U-20 juga tidak sepenuhnya membela diri. Manajemen memastikan akan melakukan evaluasi internal sekaligus memperkuat pembinaan kepada para pemain muda agar tetap menjunjung tinggi sportivitas. 

Meski demikian, Bhayangkara FC U-20 tetap berkomitmen untuk memperjuangkan hak para pemain melalui jalur dan mekanisme yang telah diatur.


BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN BARUDAKWIN

Jumat, 01 Mei 2026

Cesc Fabregas Kenang Kerasnya Latihan Antonio Conte: Bikin Menderita, Butuh 5 Bulan untuk Adaptasi




barudakwin
Cesc Fabregas mengenang latihan keras Antonio Conte di Chelsea jelang duel Como vs Napoli di Serie A 2026.

Pertemuan antara Como dan Napoli pada pekan ke-35 Serie A 2025/2026 menghadirkan cerita menarik di pinggir lapangan. Duel ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga pertemuan dua sosok dengan sejarah yang kuat.

Cesc Fabregas, kini pelatih Como, akan kembali berhadapan dengan Antonio Conte. Sosok yang pernah menjadi mentornya saat masih aktif sebagai pemain di Chelsea.

Laga di Stadio Sinigaglia, Sabtu malam WIB, menjadi momentum emosional bagi Fabregas. Ia tidak hanya menghadapi pelatih top, tetapi juga mengingat kembali fase penting dalam kariernya.

Dalam konferensi pers jelang laga, Fabregas membuka memori tentang kerasnya metode latihan Conte. Pengakuannya menggambarkan betapa intensnya tuntutan fisik di bawah pelatih asal Italia tersebut.

Latihan Ekstrem Conte: Intensitas Tinggi yang Membentuk Mentalitas

Fabregas mengakui bahwa periode bersama Conte adalah salah satu fase paling menantang dalam kariernya. Ia merasakan langsung standar tinggi yang diterapkan dalam setiap sesi latihan.

“Saya belajar banyak dari Antonio,” kata Fabregas.

“Dia membuat saya sangat menderita secara fisik, dia selalu menuntut kecepatan, intensitas, bermain dengan kecepatan penuh, tidak ada yang membuat saya lebih menderita."

"Saya juga menginginkan hal itu dari tim saya, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda, beberapa dengan atau tanpa bola," katanya.

Menurut Fabregas, pendekatan tersebut memang berat di awal. Namun, hasilnya terasa signifikan setelah melalui masa adaptasi.

“Memang benar bahwa setelah empat atau lima bulan beradaptasi dengan metodenya, pada bulan Desember saya sudah sangat bugar. Saya merasa luar biasa secara fisik," kata Fabregas.

Dari Murid Jadi Rival: Fabregas dan Conte

Fabregas tidak hanya mengingat kerasnya latihan, tetapi juga menyerap filosofi kerja Conte. Ia mengakui bahwa mentalitas pelatih Italia itu memberikan dampak besar dalam cara pandangnya terhadap sepak bola.

"Setelah saya terbiasa dengan caranya bekerja, mentalitasnya, saya benar-benar percaya pada apa yang dia lakukan," ucap Fabregas.

Selama dilatih Conte di Chelsea pada periode 2016 hingga 2018, Fabregas mencatatkan kontribusi signifikan. Ia tampil dalam 86 pertandingan dengan torehan 10 gol dan 22 assist.

Kini, Fabregas mengaplikasikan sebagian prinsip tersebut dalam karier kepelatihannya. Meski demikian, ia tetap menyesuaikannya dengan pendekatan yang lebih fleksibel.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Satu-satunya Jalan Realistis AC Milan untuk Mendatangkan Striker Chelsea



barudakwin
AC Milan dikaitkan dengan Nicolas Jackson dari Chelsea, tetapi harga tinggi membuat transfer sulit. Skema pinjaman jadi solusi paling realistis.

Ketertarikan AC Milan terhadap Nicolas Jackson kembali mencuat menjelang bursa transfer musim panas 2026. Hubungan erat dengan Chelsea membuka peluang, tetapi kondisi finansial menjadi penghalang utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, AC Milan kerap memanfaatkan relasi dengan klub London tersebut untuk memperkuat skuad. Nama-nama seperti Fikayo Tomori hingga Christian Pulisic menjadi bukti keberhasilan pendekatan itu.

Kini, situasi serupa bisa terjadi lagi, tapi dengan syarat yang jauh lebih kompleks. Jackson dinilai hanya bisa direkrut lewat satu jalur yang dianggap realistis oleh manajemen Rossoneri.

Harga Tinggi Jadi Penghalang Utama

Nilai transfer Nicolas Jackson menjadi kendala terbesar dalam negosiasi potensial ini. Chelsea memasang angka sekitar €50 juta (sekitar Rp1,01 triliun), yang dinilai terlalu tinggi untuk struktur belanja Milan.

Gianluca Di Marzio menjelaskan bahwa angka tersebut berada di luar rencana klub Italia. Ia menilai pengeluaran sebesar itu tidak realistis bagi Milan maupun Juventus dalam kondisi saat ini.

Situasi makin rumit karena sebelumnya Bayern Munchen juga enggan mengaktifkan opsi permanen. Nilai pembelian yang melebihi €60 juta (sekitar Rp1,21 triliun) membuat klub Jerman yang sekarang meminjam Nicolas Jackson itu memilih mundur dari kesepakatan.

Sinyal dari Fabrizio Romano

Fabrizio Romano memberikan gambaran terbaru mengenai peluang transfer Jackson. Ia memastikan ada ketertarikan dari klub Italia, tetapi dengan batasan yang jelas.

“Ada minat dari Italia [untuk Nicolas Jackson], tetapi untuk klub Italia, satu-satunya cara yang mungkin adalah kesepakatan pinjaman,” ujar Romano.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa AC Milan tidak akan masuk dalam persaingan jika harus membeli secara permanen. Opsi pinjaman menjadi satu-satunya jalan yang memungkinkan negosiasi berlanjut.

Persaingan dan Ketidakpastian Bursa

Selain dari Italia, klub Premier League juga masih memantau situasi Jackson. Aston Villa dan Newcastle pernah menunjukkan minat, dan bisa kembali masuk dalam perburuan.

Kondisi ini membuat Milan harus bergerak hati-hati dalam menyusun strategi. Mereka perlu menunggu perkembangan bursa sambil berharap Chelsea melonggarkan tuntutan.

Jika harga tetap tinggi, peluang transfer bisa tertutup sepenuhnya. Namun, jika opsi pinjaman terbuka, AC Milan berpotensi kembali memanfaatkan relasi lama untuk memperkuat lini depan.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Harga, Pesaing, dan Real Madrid Jadi Hambatan AC Milan dalam Perburuan Mario Gila dari lazio



barudakwin
AC Milan menghadapi persaingan ketat dan harga tinggi dalam upaya merekrut Mario Gila dari Lazio musim panas ini.

AC Milan menghadapi jalan terjal dalam upaya merekrut bek Mario Gila dari Lazio pada bursa transfer musim panas. Meski ada perkembangan positif sebelumnya, situasi kini berkembang semakin kompleks.

Klub-klub besar Eropa ikut masuk dalam perburuan sehingga peluang Rossoneri tidak lagi dominan. Faktor harga tinggi serta keterlibatan Real Madrid turut memperumit proses negosiasi.

Laporan dari media Italia mengindikasikan bahwa Milan siap bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Gila. Namun, persaingan dari rival domestik membuat langkah mereka harus lebih terukur.

Selain itu, klausul khusus yang dimiliki Real Madrid terkait penjualan Gila juga menjadi variabel penting. Situasi ini membuat Lazio berada di posisi kuat dalam menentukan masa depan sang pemain.

Persaingan Ketat dari Klub Eropa

Inter Milan, Juventus, dan Napoli masih aktif memantau perkembangan situasi Gila di Lazio. Kehadiran mereka membuat persaingan di Serie A semakin panas dalam perebutan bek muda tersebut.

Inter dinilai sebagai pesaing paling serius karena kebutuhan mereka akan peremajaan lini belakang. Gila dianggap cocok dengan proyek taktik yang sedang dibangun di klub tersebut.

Tidak hanya dari Italia, Atletico Madrid juga menunjukkan ketertarikan yang konkret terhadap sang pemain. Klub-klub dari Premier League dan Ligue 1 turut mengamati kondisi, menunggu peluang masuk.

Dengan banyaknya peminat, Lazio memiliki daya tawar tinggi dalam menentukan harga. Situasi ini jelas tidak menguntungkan Milan yang ingin menekan biaya transfer.

Harga Tinggi dan Faktor Real Madrid

Presiden Lazio, Claudio Lotito, tidak berniat menurunkan harga awal Gila yang dipatok sekitar €35 juta (sekitar Rp700–Rp710 miliar). Nilai tersebut dinilai sepadan dengan potensi dan performa sang pemain.

Milan berupaya menegosiasikan angka tersebut agar turun ke kisaran €25 juta (sekitar Rp500–Rp510 miliar). Selisih ini menjadi krusial dalam menentukan keberhasilan transfer.

Real Madrid memiliki klausul 50 persen dari hasil penjualan Gila, yang membuat Lazio semakin enggan melepas dengan harga murah. Jika pemain bertahan itu pergi secara gratis di masa depan, Madrid tidak akan mendapatkan keuntungan.

Oleh karena itu, Lazio mempertimbangkan untuk mempertahankan Gila setidaknya satu musim lagi. Langkah tersebut bisa menjadi strategi untuk menjaga nilai jual tetap tinggi.

Di sisi lain, manajemen Milan telah memberi lampu hijau untuk investasi pada Gila. Kesepakatan personal dengan pemain juga dikabarkan sudah mendekati tahap final, tapi transfer belum tentu segera terwujud.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Kamis, 30 April 2026

AC Milan Resmi Kembali ke Jakarta, Bakal Hadapi Chelsea di Agustus 2026 jangan lupa nonton




barudakwin
Klub raksasa Italia, AC Milan, akan singgah di Jakarta sebagai bagian dari Tur Pramusim 2026. Mereka akan menghadapi Chelsea FC dalam laga historis di GBK.

Kabar gembira bagi para penggemar sepak bola di Indonesia, khususnya para Milanisti. Klub raksasa Italia, AC Milan, telah mengumumkan penambahan signifikan dalam jadwal Tur Pramusim 2026, dengan Jakarta, Indonesia, sebagai salah satu destinasi utama.

Kedatangan ini menandai persiapan penting Rossoneri menjelang musim kompetisi mendatang, sekaligus menjadi momen yang sangat dinantikan oleh jutaan penggemar di Tanah Air.

AC Milan dijadwalkan akan bertolak ke Jakarta untuk melakoni pertandingan persahabatan yang sarat sejarah. Mereka akan berhadapan dengan klub top Inggris, Chelsea, dalam sebuah laga yang diprediksi akan menyedot perhatian besar. Pertandingan ini bukan sekadar uji coba, melainkan sebuah perayaan gairah sepak bola yang mendalam di kawasan ini.

Duel antara AC Milan dan Chelsea FC akan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 19:00 waktu setempat. Stadion Gelora Bung Karno yang megah di Jakarta akan menjadi saksi bisu pertarungan dua kekuatan sepak bola Eropa ini. Momen ini juga mencatatkan sejarah sebagai kali pertama dua klub Eropa terkemuka bertemu di tanah Indonesia.

Duel Historis di Gelora Bung Karno

Pertandingan antara AC Milan dan Chelsea FC di Stadion Gelora Bung Karno pada 8 Agustus 2026 akan menjadi tonggak sejarah bagi sepak bola Indonesia. Ini merupakan kali pertama dua klub Eropa dengan reputasi besar saling berhadapan di lapangan hijau Indonesia. Momen ini tentu saja akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para penggemar yang hadir langsung di stadion.

Kedua tim akan memanfaatkan laga ini sebagai bagian penting dari persiapan mereka menghadapi musim kompetisi yang akan datang. Para pemain akan memiliki kesempatan untuk menguji strategi dan kebugaran fisik melawan lawan yang tangguh. Antusiasme publik diperkirakan akan sangat tinggi, mengingat kualitas dan sejarah kedua klub yang sudah tidak diragukan lagi.

Stadion Gelora Bung Karno sendiri memiliki kapasitas besar dan telah menjadi saksi berbagai event olahraga internasional. Pemilihan stadion ini menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam menyajikan pertandingan berkelas dunia. Laga ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga inspirasi bagi perkembangan sepak bola nasional.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Rabu, 29 April 2026

Rekor Baru Liga Champions: Luis Enrique Lampaui Pencapaian Legendaris Guardiola



barudakwin
Luis Enrique resmi lampaui rekor Pep Guardiola sebagai pelatih tercepat raih 50 kemenangan di Liga Champions usai PSG taklukkan Bayern Munchen dengan skor 5-4.

Luis Enrique sukses mengantarkan PSG meraih kemenangan krusial 5-4 atas Bayern Munchen pada laga leg pertama semifinal Liga Champions, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Hasil impresif ini sekaligus membawa sang pelatih mencatatkan rekor baru yang gemilang di turnamen kasta tertinggi Eropa tersebut.

Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi salah satu duel paling ikonik di fase gugur. Kedua tim tampil terbuka dan saling berbalas gol, hingga tercipta total sembilan gol dalam satu malam.

Kemenangan tipis ini menjadi modal yang sangat berharga bagi PSG untuk menatap leg kedua. Les Parisiens kini berada di jalur yang tepat untuk kembali melaju ke partai puncak demi mempertahankan gelar juara mereka.

Di kubu lawan, Bayern Munchen belum menyerah dan tetap optimistis bisa membalikkan keadaan. Pasukan yang dipimpin oleh Vincent Kompany tersebut tetap menaruh kepercayaan diri tinggi menjelang laga penentu di kandang sendiri.

Drama Sembilan Gol di Parc Des Princes

Sejak peluit pertama dibunyikan, PSG langsung mengambil inisiatif serangan dan terus menekan pertahanan lawan. Intensitas tinggi yang diperagakan kedua tim membuat laga berjalan sangat dinamis dan penuh dengan peluang berbahaya.

Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele tampil sebagai pahlawan bagi tuan rumah dengan masing-masing mengemas dua gol. Sementara itu, satu gol tambahan dari Joao Neves memastikan keunggulan tim asal Paris tersebut.

Bayern Munchen tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan yang luar biasa. Empat gol balasan mereka dicetak oleh Harry Kane, Michael Olise, Dayot Upamecano, serta Luis Diaz. Skor akhir 5-4 menjadi bukti betapa ketatnya persaingan kedua raksasa Eropa ini.

Melampaui Rekor Pep Guardiola

Selain berarti besar bagi langkah tim, kemenangan ini membawa kebanggaan tersendiri bagi Luis Enrique. Ia kini resmi menyandang gelar sebagai pelatih tercepat yang mampu mengoleksi 50 kemenangan di ajang Liga Champions.

Berdasarkan data statistik dari Opta, Enrique berhasil menyentuh angka 50 kemenangan hanya dalam 77 pertandingan selama masa kepelatihannya di Barcelona dan PSG. Pencapaian ini mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Pep Guardiola.

Sebagai perbandingan, Guardiola membutuhkan 80 pertandingan untuk mencapai jumlah kemenangan yang sama saat ia masih menahkodai Bayern Munchen. Dengan hasil ini, Luis Enrique resmi menuliskan tinta emas dalam buku sejarah kompetisi elit Eropa tersebut.

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin


PSG Vs Bayern Ikuti Jejak Duel Epik Chelsea-Liverpool di Liga Champions 17 Tahun Silam!




barudakwin
PSG kalahkan Bayern 5-4 di semifinal Liga Champions 2026, samai rekor laga legendaris Chelsea vs Liverpool. Kane pecahkan rekor!

Paris benar-benar menjadi saksi malam yang tak terlupakan saat PSG menjamu Bayern Munchen di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026. Laga yang digelar di Parc des Princes, Rabu 29 April 2026 dini hari WIB itu berakhir dengan skor mencengangkan 5-4 untuk kemenangan tuan rumah.

Pertandingan langsung berjalan panas sejak awal dengan tempo tinggi dan peluang silih berganti. Bayern sempat unggul lebih dulu, tetapi PSG menunjukkan mental luar biasa untuk membalikkan keadaan.

Total sembilan gol tercipta dalam duel penuh drama tersebut. Kedua tim tampil tanpa kompromi dan terus menyerang sepanjang pertandingan.

Hasil ini membuat PSG hanya membawa keunggulan tipis menuju leg kedua di markas Bayern pekan depan. Namun, yang lebih mencuri perhatian adalah catatan sejarah yang ikut tercipta dari laga ini.

Jejak Laga Legendaris di Liga Champions Kembali Terulang

Duel PSG kontra Bayern ini resmi menyamai salah satu pertandingan paling ikonik dalam sejarah Liga Champions. Skor 5-4 menjadikannya sebagai salah satu laga dengan produktivitas gol tertinggi di fase semifinal.

Tak hanya itu, dari laporan Sportsmole, ini juga menjadi pertama kalinya dalam 17 tahun terakhir dua tim sama-sama mampu mencetak minimal empat gol dalam satu pertandingan fase gugur. Intensitas dan kualitas serangan dari kedua kubu membuat laga ini terasa seperti final lebih awal.

Catatan ini mengingatkan publik pada duel klasik antara Chelsea dan Liverpool di perempat final musim 2008/2009. Saat itu, kedua tim juga terlibat dalam pertandingan penuh drama yang berakhir dengan hujan gol.

Pada laga tersebut, Chelsea akhirnya lolos dengan agregat 7-5 setelah bermain imbang 4-4 di leg kedua. Kesamaan pola pertandingan membuat duel PSG vs Bayern langsung masuk dalam daftar laga klasik Eropa.

Rekor Kane, Warisan Gerrard Terlampaui

Di balik kekalahan Bayern, Harry Kane tetap mencuri sorotan berkat pencapaian individunya. Striker andalan Inggris itu membuka skor lewat titik penalti pada menit ke-17.

Gol tersebut ternyata memiliki arti lebih dari sekadar pembuka keunggulan. Kane resmi mencetak gol dalam enam pertandingan Liga Champions secara beruntun.

Catatan ini membuatnya menjadi pemain Inggris pertama yang mencapai rekor tersebut. Ia pun berhasil melampaui torehan legenda Liverpool, Steven Gerrard.

Sebelumnya, Gerrard mencatatkan rekor lima pertandingan beruntun mencetak gol di Liga Champions pada musim 2007/2008. Kini, Kane berdiri sendiri di puncak dan berpeluang memperpanjang rekornya di leg kedua nanti.

Statistik Duel PSG vs Bayern

Penguasaan Bola: PSG 43% - 57% Bayern Munchen

Expected Goals (xG): PSG 1,91 - 2,51 Bayern Munchen

Total Tembakan: PSG 12 - 10 Bayern Munchen

Tembakan Tepat Sasaran: PSG 5 - 8 Bayern Munchen

Peluang Besar: PSG 2 - 6 Bayern Munchen

Peluang Besar Terbuang: PSG 1 - 3 Bayern Munchen

Umpan Akurat: PSG 314 (85%) - 423 (84%) Bayern Munchen

Pelanggaran: PSG 14 - 4 Bayern Munchen

Sepak Pojok: PSG 2 - 5 Bayern Munchen

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

barudakwin

Bhayangkara FC U-20 Ajukan Banding terhadap 7 Sanksi Komdis PSSI Buntut Tendangan Kungfu

barudakwin Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak tinggal diam setelah menerima tujuh sanksi dari Komdis PSSI. Manajemen Bhayangkara FC U-20 tak ...